Senin, 08 April 2019

Bab 3--Hidup kadang mendatangkan lalu melenyapkan.

Bab 3--Hidup kadang mendatangkan lalu melenyapkan.





Turunlah air mata,tak ada seorangpun yang akan melarangmu untuk menuangkan dan melampiaskan segala penat, setelah seharian penuh bertarung melawan hati yang setiap saat ingin meledak-ledak.

 jangan paksakan hati untuk terus memendam sendirian,berbagilah pada suara agar sedikit merasa ringan walau esok akan kembali lagi seperti semula.

|
|

Petir menyambar ber-iringan dengan suara cemeti malaikatnya yang membuat siapapun takut berada diluar rumah dan memilih didalam untuk berlindung dari amarah sang guntur malam, namun sesosok gadis remaja berjalan tak gentar dibawah rintikan hujan yang deras, ia tak lagi sedang menikmati tapi berusaha menutupi bulir-bulir kesedihan agar tidak terlihat dan menyatu padu dengan hujan.

Jalannya seperti orang hidup segan mati tak mau, ia terus melangkah menuju rumah mewah diujung kompleks dengan keadaan basah dan penuh lumpur yang ia dapati karena berlari dari rumahnya hingga kemari padahal jaraknya sangat jauh tetapi entah mengapa ia sanggup terus maju untuk kesana mungkin karena ada Dia disana.

Ia menapaki kaki kerumah mewah itu dan mulai memencet bel disamping pintu megah bercat emas,
lama menunggu akhirnya pintu menunjukkan sesosok itu yang seketika terkejut saat melihat kondisi mengenaskan sigadis itu dan langsung memekik lalu menariknya kedalam rumah

"Adeline!astaga ayo masuk!"
gadis itu membiarkan tangannya ditarik menuju kamar sang pemilik rumah dilantai 2.

-Ceklek-

pintu kamar dikunci oleh pemuda itu saat berhasil menyembunyikan sigadis yang bernama adeline ke kamarnya agar penghuni lain dirumah mewah ini tidak mengetahuinya.

”Zayn…aku…”

”Jangan bicara dulu adeline,sekarang duduklah diujung tempat tidurku…kita keringkan dahulu dirimu”potong pemuda--Zayn yang seumuran dengan gadis itu mencoba mentitah adeline yang menangguk-anggukkan kepala menurut.

Gadis itupun duduk dengan zayn dibelakangnya yang sedang merapalkan mantra lalu mengeluarkan Spirit apinya berwarna biru,tak panas tapi ampuh untuk mengeringkan tubuh gadis itu yang sudah kering.
“Sudah Zy?”tanya adeline memastikan

”Udah Del,jadi coba jelaskan kenapa kau bisa kemari?ada apa?”jawab zayn yang diakhiri pertanyaan juga,pemuda itu duduk dihadapan adeline dengan tatapan penasaran.

Bukannya menjawab pertanyaan zayn, ia malah membuang muka menatap perapian dikamar seraya memainkan jari.
Zayn menarik dagu gadis itu membuat netra mereka saling bertamu antara simerah darah dan sihitam kelam,mereka mencoba untuk menutupi ataupun mencari tau kebenaran.
“kali ini apa yang mereka lakukan?”zayn mendesah lelah,ia benar-benar muak dengan sikap orang tua adeline yang kekanak-kanakan dengan mengasingkan putrinya sendiri hanya karena insiden dimasa lampau,padahal kalau dicermati lagi semua itu adalah salahnya mereka bukan gadis dihadapannya.
  Meletakkan anak kecil ditengah kerumunan yang menyembah kematian darinya sehingga meninggalkan Insiden mengerikan yang menjadi sebuah luka membekas pada anak kecil disana, begitu melihat darah disekitarnya sekaligus ditambah perkataan Monster dari ibunya, anak kecil itu langsung merasakan perih dihatinya lebih perih dari luka tergores oleh sebuah kaca

 Tak terlihat namun nyata

lamunan zayn buyar saat adeline membuka kembali suaranya hendak menjelaskan “Mereka menjodohkanku” seketika kening zayn berkerut marah mendengar penjelasan tersebut.

Ternyata penderitaan adeline masih berlanjut--Geram zayn dalam hati.

”Apa mereka sudah gila!?”

”Sssstt..kecilkan suaramu”peringatan dari adeline saat suara pemuda itu mulai mengeras dan ia tentu tidak mau ambil resiko kalau anggota keluarga yang lain tau kalau ia disini.

Zayn mulai mengecilkan suaranya dan kembali bertanya “apa alasan mereka menjodohkanmu?”

”Uang”

”Damn!bastard!Uang?astaga benda sialan itu takkan bisa dibawa mati,
kenapa bisa mereka tega menukarmu dengan uang”adeline yang dijodohkan tapi pemuda itulah yang menggerang frustasi.

“apa mereka gak memikirkan tentang kebahagiaanmu nanti kalau menikah sama orang yang gak kau cintai”lanjutnya masih dengan nada yang sama, sedangkan gadis itu hanya diam menonton kefrustasian pemuda dihadapannya.

                                     Mengapa ia terlalu mendramainnya?


Adeline berdehem “Ehem...biarlah zayn aku tak apa,biarkan mereka berbuat sesukanya tanpa harus menghiraukan kebahagiaan ku karena adanya aku didunia ini hanya untuk membuat mereka bahagia bukan membahagiakan diri sendiri”ucapnya datar namun diiringi dengan suara serak flunya yang sudah menyerang ia sejak acara mandi hujannya.

Zayn menatap gadis itu dengan sendu dan memajukan tubuh untuk segera mendekapnya memberikan sebuah pelukan hangat,
Ia hanya ingin adeline berbagi rasa sakitnya,zayn berusaha mengurangi segala beban yang telah ia tanggung sendirian selama bertahun-tahun.

”Bersandarlah padaku dan berbagi sedikit rasa sakitmu,anggap saja kita ini satu”bisik zayn yang dianggukin oleh adeline, gadis didalam pelukan itu dapat mencium aroma coklat khas zayn yang begitu menenangkannya,apalagi dengan kehangatan dari pemuda itu menambahkan kenyamanan padanya.




Dua insan itu tertidur diatas tepat tidur luas king size
saling memeluk untuk menukar hangat 
diantara mereka ada cinta sepihak namun terpendam
agar tak terjadi jarak nantinya.
  Sebab ia sadar walaupun terungkap soal perasaannya 
tak mungkin kan pernah berbalas,jadi cukup ia saja tahu.

Dan kini malangnya cinta terpendam itu akan menjadi kisah lama yang tertutupi oleh kisah baru yang tak kalah menyakitkan yaitu
 ia akan kehilangannya.

Ia ditinggalkan.


|
|
Gadis berwajah khas jerman memakai kemeja putih yang kebesaran milik zayn,berjalan memasuki rumah dengan langkah gontai tak senang sebab ia sudah menerka apa yang akan terjadi jika dia pulang kebangunan sederhana ini

“Habis dari mana kau?”

   Pasti saja akan ada pertengkaran karena hal kecil yang akan dibesar-besarkan oleh kedua orang tuanya.
adeline yang mendengar pertanyaan tak senang itu langsung mendecak dan menjawab ketus ke pria dihadapannya “Tch!...Bukan urusanmu” kasar memang
sekasar sikap mereka ke Adeline.

lelah raga dan batinnya semalam belum pulih kini kembali diuji ayahnya yang menatap sinis 


“Tentu saja urusanku…jika kau menjual dirimu dan membawa namaku dibelakang namamu pasti membuatku malu dan aku tidak mau itu terjadi,mau letak dimana harga diriku?”ucapan setajam silet yang menjunjung tinggi martabatnya sungguh membuat hati adeline dongkol, ia hendak membalas tapi perkataan ayahnya masih berlanjut

“Kau sudah mau menikah…jaga baik-baik dirimu karena aku tak mau kalau nanti suamimu memulangkanmu hanya karena kau tak lagi perawan” lanjut ayahnya membuat emosi adeline diubun-ubun dan segera membalas dengan tenang dan datar walau amarah membara hebat

“Dengar…tidak adanya perlindungan dari seorang ayah sepertimu takkan membuatku harus menjual dirikan? Atau membiarkan orang lain menjamahku secara Cuma-Cuma…karena aku sadar tidak akan ada yang bisa melindungi selain diriku sendiri” semua perkataan ditekankan-nya membuat silawan bicara tertegun seakan menyadari sesuatu, adeline yang tak mau ambil pusing soal ekspresinya langsung pergi masuk kekamar dan menguncinya kemudian merebahkan tubuh kekasur sambil menatap langit-langit kamar.

Hari ini dia memilih bolos dari sekolah karena sebenarnya ia sedang tak enak badan, flu menyerangnya bahkan membuat adeline sedikit merasakan pusing. Pulang tadi niatnya untuk mengistirahatkan segala penat dan masalah namun seketika ia lupa kalau biang kepenatannya itu berasal dari tempat yang ia sebut
Rumah.


--kriukkk--

perutnya berbunyi nyaring, ia lapar tapi tak mungkin minta makan disaat suasana keruh seperti ini sedangkan biasa untuk sarapan saja zayn yang membawakan bekal untuknya setiap hari disekolah,dan kini dia sedang dirumah maka tandanya ia harus berpuasa hari ini,dan kalau dia pergi berangkat kerja dalam kondisi tidak memungkinkan pasti bosnya akan marah melihat adeline yang tak sigap dalam bekerja sungguh serba salah.

tiba-tiba ketukan terdengar dari pintu kamarnya

“Siapa?”Tanya adeline
“Aku,cepatlah buka pintunya” ibunya menyahut tak sabaran dibalik pintu papan itu,membuat adeline membukanya tak ikhlas kemudian memasang wajah enggan diajak berbicara.
wanita paruh baya itu menghiraukan wajah adeline yang tidak palar suka dengan hadirannya disini tapi mau bagaimana lagi sebuah gaun harus segera dia berikan keputrinya itu

“Pakailah ini nanti malam karena kau akan bertunangan” titah ibunya
adeline menatapnya datar sedatar penggaris lalu mengambil gaun hitam itu dari genggaman ibunya kemudian membantingkan pintu kamar sekuat tenaga hingga menimbulkan suara layaknya ledakan.

dicampakkannya pakaian kekurangan bahan itu ketempat tidur dan segera ia berbaring lagi lalu menutup mata mencoba meraih alam mimpi seraya berguman “Terserah kalian…buatlah sesuka kalian,karena aku sudah sangat lelah untuk mencoba menentang kalian” tak lama mimpi indahnya menyambutnya ramah,membiarkan penat sedikit berkurang walau hanya 3 jam sebelum acara itu disiapkan maka tak masalah ini sudah lebih dari cukup.

inilah yang kucintai dari gelap
selalu mencoba menutupi kenyataan pahit
didunia nyata yang kujalani saat ini--










Hallo!!!!!!! para readers untuk membaca Bab 1 nya atau Bab lainnya kalian hanya perlu mencari dipencarian diblog ini,ketik saja Bab berapa yang ingin kalian baca.
jangan lupa tinggalkan komentar ya! :) salam cinta dariku --Segala kisah--😘😘

Menulis sebuah cerita fiksi/khayalan penuh emosional dan konflik yang biasa terjadi dikehidupan nyata. aku penulis bebas,memiliki imajinasi luas dan juga masih remaja bila prosa atau majas bersalahan mohon letak kritikan halus agar bisa menjadi lebih baik. salam cinta--Segala kisah--

5 komentar:

  1. sangat mengharukan cerita ini👌👌dan saya suka cerita ini😊😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih! Terus tunggu kelanjutannya ya ☺❤

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Puas bacanya karena panjang 😍lanjut!

    BalasHapus
  4. Author perbaiki dong tulisannya :( bingung bacanya

    BalasHapus

Kontak Penulis

Contact Us

Diberdayakan oleh Blogger.